Welcome to My Site! may you find some good in these words
Tampilkan postingan dengan label Song-Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Song-Novel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2020

Am I Chasing Rainbow?



Lagu Rainbow Connection yang pertama kali kudengar adalah versi Jason Mraz (sampai tahun 2017 aku tidak tahu kalau lagu ini berasal dari The Muppet Movie dan berpikir bahwa ia merupakan salah satu dari sekian lagu non-album Jason Mraz yang bahkan tidak memiliki versi studio). Jadi, lirik yang mulanya kukenal adalah versi lompatan. Ya, liriknya melompat dari Rainbows have nothing to hide langsung menuju ke What's so amazing that it keeps us stargazing. Dan, kupikir itu versi yang lebih baik daripada aslinya, meskipun jelas-jelas mengacaukan ceritanya. Setidaknya, tidak ada bagian ...every wish would be heard and answered when wished on the morning star.

Tapi bukan untuk membahas hal itu niat awalku membuat tulisan ini.

Pertama kali mendengar lagu Rainbow Connection, mungkin sekitar  tahun 2009. Lirik yang tidak utuh dan bahasa inggris yang kacau, tidak banyak hal yang bisa aku pahami dari lagu yang belakangan aku dengar katanya lullaby itu. Aku bertanya-tanya bagaimana Rainbow keeps us stargazing? Memangnya ada pelangi di malam hari? Dan bukannya stargazing itu ngelihatin bintang? Apa hubungannya dengan pelangi?

Meski tak paham maksud keseluruhannya dan salah memaknai kata it dalam salah satu bagian liriknya, aku menyukai bagian per bagian dari lagu tersebut. Aku menyukai bagaimana lagu itu justru diawali dengan bertanya mengapa ada banyak lagu tentang pelangi padahal pelangi itu sebenarnya hanya ilusi optik. Meski indera penglihatan kita bisa menangkapnya, tapi kita tahu ia bukan semacam materi padat yang berdiri sendiri. Kenyataannya adalah ia (atau mereka) adalah kumpulan besar partikel air dan cahaya. Bagaimanapun kita berusaha, kita tidak akan bisa menjangkau pelangi. Mentok kita bisa menjangkau partikel air yang terbias cahaya itu.

Bertahun berlalu. Saat aku bukan penikmat aneka lagu, entah bagaimana aku menemukan kalau penyanyi asli Rainbow Connection ini justru si Kermit The Frog. Penemuan ini sekaligus menjawab kebingungan lama yang sebenarnya sudah lama aku lupa dan tidak kupedulikan; maksud keseluruhan dari liriknya. Dan aku cuma berpikir, "Lullaby yang berat.."

Aku tidak tahu kenapa Rainbow Connection muncul kembali di kehidupanku (Waw, alay sekali), lebih tepatnya kenapa aku mendengarkan Rainbow Connection lagi, tapi anehnya aku merasa lagu ini seolah memang untukku. Aku tidak sedang menghadapi keraguan orang lain terhadapku, sebaliknya, aku tengah menghadapi keraguan diriku sendiri. Tiba-tiba, aku ingin memiliki sedikit saja keyakinan Kermit. Tapi, ternyata hal itu sangat sulit. Di kehidupan nyata, hal itu sungguh sulit. Meski begitu aku tidak akan mengatakan tidak mungkin.

Aku bertanya-tanya apakah mengejar cita-cita adalah pilihan terbaik di tengah segala situasi dan kondisiku saat ini?

Aku tidak tahu apakah yang kukejar ini adalah pelangi atau bintang? Keduanya indah, bukan? Tapi kita tahu bintang nyata sedangkan pelangi tidak. Aku tidak keberatan bersusah payah untuk mencapai bintang yang tinggi itu, tapi bagaimana jika ternyata yang kukejar adalah pelangi? Sementara waktu terus berjalan, aku telah melewatkan berbagai kemungkinan dan kesempatan lain untuk mengejar hal itu, sesuatu yang saat ini mungkin paling tepat kuberi nama cita-cita (?)

Sebenarnya, aku anggota tim Percaya Takdir. Aku tahu dan percaya bahwa takdir setiap manusia telah selesai ditulis, bahkan sejak 50.000 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan, termasuk takdirku. Dan setiap orang akan dimudahkan jalannya menuju takdirnya.

"Allah telah menulis takdir setiap makhluk sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR. Muslim No. 2653)

"Beramallah kalian! Sebab semua telah dimudahkan terhadap apa yang diciptakan untuknya." (HR. Bukhari)

"Tiada bencana yang menimpa di bumi dan tidak (pula) pada diri kalian sendiri kecuali telah tertulis pada Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Yang demikian itu ) supaya kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput darimu dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang Dia berikan kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Al Hadid: 22-23)

Aku juga tahu ketidaktahuan kita terhadap apa yang akan menimpa diri kita, dengan diikuti kenyataan bahwa apapun itu yang akan menimpa kita telah ditetapkan oleh Tuhan, dan Dia tidak sedang melempar dadu atas kehidupan kita, dan bahwa yang menetapkan takdir itu adalah Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang bahkan jika kita berjalan mendekati-Nya, Dia akan berlari menjemput kita, seharusnya mampu membuat diri kita tenang, tidak terlampau bersedih hati maupun terlalu bergembira. Menghadapi segalanya dengan penuh kesyukuran dan kesabaran. Betapa sebuah kebahagiaan dalam hidup ini!

Selain itu, kita tahu, ada satu mesin pengubah takdir, ialah DOA. Dan tidak seorang pun yang memiliki iman yang baik, kecuali ia akan mengiringi doa-doanya dengan ikhtiar, dengan amal perbuatan, usaha yang nyata. Lalu menyerahkan apapun hasilnya pada kehendak-Nya. Itulah tawakal. Aku yakin orang itu akan menjalani hidupnya tanpa kegelisahan akan nasib dirinya.

Pertanyaannya, mengapa aku tidak demikian? 

Masalahnya kemudian adalah, pada titik ini, pada momen ini, aku menyadari sisi buruk diriku.

-

-

-

-

Jika doa adalah mesin pengubah takdir, bukankah seharusnya aku shalat dengan baik? Aku tidak berpikir telah cukup baik tentang shalatku. Padahal aku juga termasuk anggota tim Percaya Kekuatan Doa. Sebuah ironi yang aku bikin sendiri. Lalu aku sedihkan sendiri.

Bahkan seandainya kita tidak berdoa, dan katakanlah, hanya memasrahkan segalanya pada apa yang telah tertulis, bukankah kita masih harus beramal? Bahkan takdir, bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, mengikat bersamanya adalah Hukum Sebab-Akibat.

Ketika aku flashback kembali pada hari-hariku yang telah lalu, aku menemukan betapa banyak saat aku menjalani aktivitasku dengan tidak disertai kesungguhan. Betapa banyak hal yang kuperbuat tanpa mengupayakan yang terbaik dari diriku.

Aku mungkin tidak akan mendapat hasil yang lebih baik, tapi setidaknya, aku tahu bahwa aku telah menggugurkan bagian sebab yang negatif sebelum memperoleh akibat, “sebab aku kurang bersungguh-sungguh, akibatnya hanya inilah hasil yang kuperoleh, tidak cukup banyak untukku merasa percaya diri”.

Dengan sebab kesungguhan, setidaknya aku akan lebih mampu menghargai diriku dan berkata, “Barakallah, diriku! Kamu telah berusaha dengan baik.”

Tapi dengan begitu banyak kekurangsungguhan, masihkah aku kebagian barakah?

Untuk hal-hal yang belum terjadi aku bertanya, “am I chasing rainbow?” dan bersedih. 

Dan, pada saat aku menyadari bahwa jawabannya tidak bisa kujawab sendiri, Dia memberikan jawaban melalui lisan seseorang, “Bahkan ketika kamu tidak tahu apakah akan berhasil atau tidak, kamu tahu bahwa kamu tidak sedang mengupayakan sesuatu yang buruk, bukan? Selagi kamu tahu itu baik, dan kedua orangtuamu meridloimu, insya Allah Dia pun ridlo. Selanjutnya adalah, apakah kamu akan ridlo pada apapun ketetapan-Nya nanti?”

Lalu, sampai kapankah aku harus mengupayakannya? Apakah tanda untuk berhenti? 

Bukankah kamu belum lelah? Kenapa berbicara tentang berhenti ketika dalam hatimu masih ingin melanjutkan? Mari kita bicara tentang “berhenti” ketika “ingin” itu telah muncul dalam dirimu.”

Bagaimana jika yang muncul bukan “ingin”, tapi hanya “ragu”?

“Karena setiap kita akan dimudahkan jalan menuju takdir kita, jika sesuatu itu bukan bagian dari takdirmu, Dia akan memalingkan hatimu pada sesuatu yang menjadi jalanmu, entah dengan cara apa. Mungkin kesempatan-kesempatan lain yang biasanya kamu acuhkan, tiba-tiba begitu menarik hatimu. Atau, sesuatu hal lain yang tidak pernah terlintas, begitu saja muncul dan kamu tidak dapat berbuat kecuali mengikutinya. Kita tidak tahu. Maka, selagi hatimu masih belum berpaling dari sesuatu itu, yakini saja sesuatu itu mungkin takdirmu. Sekarang, terlepas dari modal awal yang kamu miliki, upayakan sebab terbaik untuk menjemput takdir itu.” 

Pada akhirnya, aku percaya pada takdir Tuhan. Seperti juga aku percaya bahwa kehidupan yang tenang hanya berlaku bagi orang dengan keimananan yang baik. Dan ia yang beriman dengan baik akan berdoa dengan baik dan melakukan segala amalnya dengan totalitas dirinya. Ia akan menjalani hidupnya tanpa penyesalan.

Dan kupikir, Kermit adalah salah satu yang melakukan amalnya dengan sungguh-sungguh (meskipun sepertinya ia bukan anggota tim Percaya Takdir dan Kekuatan Doa). Lihatlah kepercayaan dirinya dalam Rainbow Connection! 






Jumat, 20 Desember 2019

Rainbow Connection - Terjemah Bebas

RAINBOW CONNECTION

performed by: Kermit the Frog (Jim Henson) from The Muppet Movie
written by: Paul Williams & Kenneth Ascher

Why are there so many
Songs about rainbows
And what's on the other side
Rainbows are visions
They're only illusions
And rainbows have nothing to hide
 
Mengapa ada begitu banyak
lagu tentang pelangi
Dan apa yang ada pada sisi lainnya?
Pelangi adalah penglihatan,
tetapi ia hanyalah ilusi
Dan tak ada yang perlu pelangi sembunyikan

So we've been told
and some chose to believe it
But I know they're wrong
wait and see

Jadi, kita telah diberitahu tentang hal itu
Dan beberapa orang memilih untuk mempercayainya
Tetapi aku tahu mereka salah
Tunggu dan lihatlah..

Someday we'll find it
The Rainbow Connection
The lovers, the dreamers and me

Suatu hari nanti kita akan menemukannya
Koneksi pelangi
Para pecinta, pemimpi, dan aku

Who said that every wish
Would be heard and answered
When wished on the morning star

Siapakah gerangan yang mengatakan bahwa setiap harapan
Akan didengar dan dijawab
Manakala diucapkan pada Bintang Pagi

Somebody thought of that
And someone believed it
And look what it's done so far
What's so amazing
That keeps us star gazing
What so we think we might see

Seseorang berpikir akan hal itu
Dan seseorang mempercayainya
Dan lihatlah apa yang telah dilakukannya sejauh ini
Betapa menakjubkan
Hal itu membuat kita terus memandangi bintang-bintang
Apa yang sangat kita pikir mungkin kita lihat

Someday we'll find it
That Rainbow Connection
The lovers the dreamers and me

Suatu hari nanti kita akan menemukanya
Koneksi pelangi
Para pecinta, pemimpi, dan aku

Have you been fast asleep
And have you heard voices,
I've heard them calling my name,
Is this the sweet sound that calls
The young sailors,
The voice might be one and the same.
I've heard it too many times to ignore it
It's something that i'm supposed to be,

Sudahkah kau tertidur pulas
Dan sudahkah kau mendengar suara-suara itu?
Aku telah mendengar suara-suara itu memanggil namaku
Inikah suara manis yang memanggil
Para pelaut muda?
Suaranya mungkin satu dan sama
Terlalu amat sering kudengar untuk kuabaikan begitu saja
Ini adalah sesuatu yang seharusnya menjadi diriku

Someday we'll find it
The rainbow connection...
The lovers, the dreamers and me

Suatu hari nanti kita akan menemukannya
Koneksi pelangi
Para pecinta, pemimpi, dan aku


Sekitar tahun 2013, aku mengisi sebuah form bersama teman-temanku. Di form tersebut ada kolom nama kelompok. Dan kami tidak pernah memberi nama kelompok pertemanan kami. Sore itu, di teras masjid sekolah kami, hujan deras mulai mereda. Kami berpikir, "Perlukah kita membuat nama?"

Saat masing-masing kami tengah berpikir, salah seorang teman bertanya lirih, "Apakah akan muncul pelangi?" dan seketika itu kami bersepakat menamai kelompok kami Kafilah Pelangi. Lalu masing-masing mulai menghubung-hubungkan nama tersebut dengan makna-makna filosofis. Satu-satunya yang muncul di kepalaku, "Kenapa ada begitu banyak hal tentang Pelangi? Ini membosankan, tapi yahh bagus juga."

Jadi, lupakan tentang kelompok pertemanan kami yang sedikit alay itu (sepertinya anak remaja memang haus identitas diri sehingga kami sampai merasa perlu membuat nama kelompok, yang herannya, masih kami pakai tiap reuni ><), pada detik itu, detik saat di kepalaku muncul pertanyaan, kenapa ada begitu banyak hal tentang pelangi, aku menyadari apa yang dirasakan penulis lagu Rainbow Connection.

Ada banyak tafsiran bagus tentang kata Pelangi, misalnya "Pelangi muncul setelah hujan, jadi bersabarlah..." semacam bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Ada juga makna lainnya, seperti "Perbedaan itu indah, seperti Pelangi", dan banyak perumpamaan lainnya. Tapi lintasan pikiran yang dituangkan dalam Rainbow Connection sedikit berbeda, "Pelangi kan cuma ilusi optik. Dia semu. Tak nyata." Kira-kira begitulah tafsiran kasarnya dan mungkin itu juga alasan mengapa ada istilah "bercita-citalah setinggi bintang di langit" bukannya "bercita-citalah seindah pelangi". Setidaknya bintang nyata, bukan seperti pelangi yang semu.

Aku tidak tahu kisah Kermit the Frog, jadi aku tidak tahu kenapa dia memainkan banjonya sambil menyenandungkan Rainbow Connection, tapi sepertinya ia tengah menghadapi keraguan orang-orang (kalau bisa disebut orang) atas apa yang ia yakini. Tapi, hebatnya Kermit, keraguan orang lain tidak menggoyahkan keyakinannya. Jadi, seseorang bisa menganggap pelangi sebagai ilusi, dan seseorang yang lain bisa menganggapnya sebagai fenomena yang indah. Pada akhirnya kita tidak bisa menghakimi pelangi. Kita berhak memilih jalan menurut apa yang masng-masing kita yakini. Kalau kita yakin, maka jalani dan buktikan, I know they wrong, wait and see..

Dan begitulah, maka bagian utama lagu tersebut, someday we'll find it, the rainbow connection the lovers the dreamers and me, hanya bermakna sebagaimana adanya.

Kermit melanjutkan dengan bertanya retoris, "Siapa sih yang bilang, kalau setiap permohonan yang dipanjatkan pada Bintang Pagi pasti akan dikabulkan?" Sebetulnya orang-orang tahu bahwa hal tersebut hanya takhayul. Bintang Pagi tidak memiliki kemampuan untuk mengabulkan apapun, tapi masih kata Kermit, "Tapi lihat, apa yang sudah diperbuatnya sejauh ini. Betapa menakjubkan. Di luar apapun, Morning Star telah memberi harapan. Seseorang perlu harapan untuk menjauhkannya dari ke-putus-asa-an.

Dan yahh, pada bagian ini, aku snagat-sangat menentangnya. Bisa dipastikan Kermit ini bukan berakidah Islam. Fitrah manusia adalah bergantung. Ia lemah dan membutuhkan kekuatan lain di luar dirinya, dan itu adalah Tuhan. Keyakinan dan ketaatan kepada Allah swt. Tidak ada yang lain. Berharap pada selainNya adalah dosa besar. Lagipula alangkah bodohnya, menyandarkan harapan pada sesuatu yang jelas-jelas tidak mampu brbuat sesuatu.

Tapi pada intinya, Kermit ingin mengatakan pada kita, bahwa keyakinan adalah awal dari keberhasilan. Karena kita Muslim, seharusnya keyakinan itu memiliki nama lain; Doa. keyakinan kita pada Allah, doa-doa yang kita panjatkan kepada-Nya, menjadi penguat ikhiyar-ikhtiyar kita. Mungkin atau tidak mungkin, bisa atau tidak bisa, berhasil atau gagal, adalah hal lain yang tidak akan lagi kita pusingkan, karena kita telah mengerahkan semua yang mampu kita upayakan.

Lalu berlanjut pada bait terakhir, sesuatu tentang Pelaut. Awalnya, aku juga bingung dengan lompatan mendadak ini, tapi kemudian aku menemukan salah satu artikel wawancara dengan entah Williams atau Ascher, penulis lagunya, salah satu dari mereka mengatakan bahwa ia memiliki hasrat terpendam tentang menjadi Pelaut. Semacam cita-cita semasa kanak-kanak. Jadi, ia memasukkannya ke sana, ke dalam lirik lagu. Ia membuat Kermit menjadi seseorang yang ingin menajdi Pelaut. Bahwa menjadi pelaut adalah panggilan sejatinya. Seseorang memiliki sesuatu dalam dirinya. Kadang kala sesuatu itu tependam, lalu kadang kala muncul ke permukaan, suara hati yang memanggil-manggil.

Bukankah lagu yang manis?

Kecuali tentang Morning Star.

Oh ya, aku tidak menyangka aku juga akan sampai pada situasi seperti Kermit, baca di sini.

Minggu, 30 September 2018

Song for A Friend - Terjemah Bebas


Song for A Friend
performed by Jason Mraz

Well you're magic he said
“Kau hebat”, katanya
But don't let it all go to your head
Tapi jangan biarkan pikiran-pikiran itu merasuki kepalamu
'Cause I bet if you all had it all figured out
Karena aku berani bertaruh kalau kalian juga memiliki kehebatan itu, cobalah mencari tahu
Then you'd never get out of bed
Dengan begitu kau tidak akan pernah mengawali hari dengan buruk
Well, no doubt
Tak ada keraguan
Of all the thing's that I've read what he wrote me
Akan semua hal yang sudah kubaca mengenai apa yang ia tulis tentangku
It's now sounding like the man I was hoping
kedengarannya seperti sosok lelaki yang memang aku berharap
To be
Diriku bisa menjadi seperti itu
I keep on keeping it real
Aku berusaha menjaga agar hal itu benar adanya
'Cause it keeps getting easier he'll see
Karena hal itu semakin lebih mudah, ia akan mengerti
He's the reason that I'm laughing
Dialah alasan aku tertawa
Even if there's no one else
Bahkan jika sedang tidak ada orang
He said, you've got to love yourself
Dia bilang, "Kau pasti  mencintai dirimu ”

You say, you shouldn't mumble when you speak
Kau bilang, “Kau tidak seharusnya bergumam sambil mengomel (baca: dermimil, haha) saat berbicara
But keep your tongue up in your cheek
Tapi jagalah perkataanmu
And if you stumble on to something better
Dan jika kau tersandung sesuatu, lebih baik
Remember that it's humble that you seek
Ingatlah bahwa rendah hatilah yang kau cari
You got all the skill you need
Kau memeroleh semua skill yang kau butuhkan
Individuality
Kepribadian
You got something
Kau mendapat sesuatu
They call it gumption
Mereka menyebutnya kecerdasan
They call it anything you want
Mereka menyebutnya apapun yang kau inginkan

Because when you play the fool now
Karena ketika kau sekarang berlagak bodoh
You're only fooling everyone else
Kau hanya sedang membodohi orang lain
You're learning to love yourself
Kau tengah belajar mencintai dirimu sendiri
And there's no price to pay, no, no
Dan tak ada harga yang perlu dibayar
When you're givin' what you take
Ketika kau memberi dan apapunyang kau ambil
That's why it's easy to thank you
Itulah mengapa mudah berterimakasih

Let's say you take a break from our day
Katakanlah, kau beristirahat sejenak dari hari kita
And gettin' back to the old garage
Dan kembali ke bengkel tua
Because life's too short anyway
Karena bagaimanapun hidup memang terlalu singkat
But at least it's better then average
Tapi setidaknya hidup ini lebih baik dari rata-rata orang lain
As long as you got me
Selama kau bersamaku
And I got yo, you know we'll got a lot to go around
Dan aku bersamamu, kau tau kita akan mendapat banyak hal untuk berkelana
I'll be your friend, your other brother
Aku akan menjadi temanmu, saudaramu yang lain
Another love to come and comfort you
Cinta lain yang datang dan membuatmu merasa nyaman

And I'll keep reminding
Dan aku akan tetap mengenang
If it's the only thing I ever do
Jika hal itu satu-satunya yang dapat kulakukan
I will always love you
Aku akan selalu mencintaimu

Climb up over the top
Mendakilah hingga puncak
Survey the state of the soul
Surveylah negara jiwa
You've got to find out for yourself whether or not you're truly trying
Kau telah mengenali dirimu sendiri baik kau sungguh-sungguh mencoba ataupun tidak
Why not give it a shot?
Kenapa tidak mencobanya?
Shake it, take control, inevitably wind up
Bebaskan, ambil kendali, mau tak mau kau harus menyelesaikannya
Find out for yourself all the strengths you have inside still rising
Kenali dirimu, semua kekuatan dalam dirimu masih sedang terbit
And find out for yourself all the strengths that you have inside of you
Dan kenali dirimu, semua kekuatan yang ada di dalam dirimu

Sabtu, 17 September 2016


Jumat, 13 Maret 2015

It's So Hard to Say Goodbye to Yesterday - Terjemah Bebas

performed by Jason Mraz


How do I say goodbye to what we had?
Bagaimanalah kuucapkan selamat tinggal pada apa yang kita lalui?
Good times that made us laugh
Waktu-waktu menyenangkan yang membuat kita tertawa
Outweigh the bad
Adalah lebih banyak dari waktu-waktu yang tidak menyenangkan

I thought we'd get to see forever
Kupikir kita akan bertemu selamanya
But forever's gone away
Tapi ‘selamanya’ pergi menjauh
It's so hard to say goodbye to yesterday
Sangatlah sulit mengucapkan selamat tinggal pada hari kemarin

I don't know where this road is going to lead
Aku tak tahu kemana jalan ini kan membawa
All I know is where we've been
Yang aku tahu hanyalah di mana kita telah berada
And what we have been through
Dan apa yang telah kita lalui

If we get to see tomorrow
Jika kita bertemu besok
I hope it's worth all the wait
Kuharap itu setara dengan semua penantian ini
It's so hard to say goodbye to yesterday
Sangat sulit mengucapkan selamat tinggal pada hari kemarin

And I'll take with me the memories
Dan aku akan membawa bersamaku kenangan ini
To be my sunshine after the rain
Untuk menjadi sinar matahariku setelah hujan turun
It's so hard to say goodbye to yesterday
Sangat sulit mengucapkan selamat tinggal pada hari kemarin

Note:
Versi original lagu ini dibawakan oleh Boyz II Men, tapi yang pertama aku kenal adalah versi Jason Mraz di album kelimanya, YES!


Ada cerita apa di lagu ini?
Tidak ada yang istimewa, hanya persis seperti liriknya dan itu mengingatkan pada kawan-kawan semasa sekolah. Lagu ini (versi Jason) rilis tepat beberapa saat sebelum merantau, berpisah dari orang-orang terdekat, kawan-kawan terdekat, memulai hari-hari baru dengan kesibukan yang baru. Hal-hal pertama kadang kala terasa sangat berat. Jadi ketika lagu ini muncul,  aku berpikir.... I miss my friends, my life.. But life must go on.

Semacam nostalgia tapi gak melankolis.