Welcome to My Site! may you find some good in these words

Minggu, 30 September 2018

Song for A Friend - Terjemah Bebas


Song for A Friend
performed by Jason Mraz

Well you're magic he said
“Kau hebat”, katanya
But don't let it all go to your head
Tapi jangan biarkan pikiran-pikiran itu merasuki kepalamu
'Cause I bet if you all had it all figured out
Karena aku berani bertaruh kalau kalian juga memiliki kehebatan itu, cobalah mencari tahu
Then you'd never get out of bed
Dengan begitu kau tidak akan pernah mengawali hari dengan buruk
Well, no doubt
Tak ada keraguan
Of all the thing's that I've read what he wrote me
Akan semua hal yang sudah kubaca mengenai apa yang ia tulis tentangku
It's now sounding like the man I was hoping
kedengarannya seperti sosok lelaki yang memang aku berharap
To be
Diriku bisa menjadi seperti itu
I keep on keeping it real
Aku berusaha menjaga agar hal itu benar adanya
'Cause it keeps getting easier he'll see
Karena hal itu semakin lebih mudah, ia akan mengerti
He's the reason that I'm laughing
Dialah alasan aku tertawa
Even if there's no one else
Bahkan jika sedang tidak ada orang
He said, you've got to love yourself
Dia bilang, "Kau pasti  mencintai dirimu ”

You say, you shouldn't mumble when you speak
Kau bilang, “Kau tidak seharusnya bergumam sambil mengomel (baca: dermimil, haha) saat berbicara
But keep your tongue up in your cheek
Tapi jagalah perkataanmu
And if you stumble on to something better
Dan jika kau tersandung sesuatu, lebih baik
Remember that it's humble that you seek
Ingatlah bahwa rendah hatilah yang kau cari
You got all the skill you need
Kau memeroleh semua skill yang kau butuhkan
Individuality
Kepribadian
You got something
Kau mendapat sesuatu
They call it gumption
Mereka menyebutnya kecerdasan
They call it anything you want
Mereka menyebutnya apapun yang kau inginkan

Because when you play the fool now
Karena ketika kau sekarang berlagak bodoh
You're only fooling everyone else
Kau hanya sedang membodohi orang lain
You're learning to love yourself
Kau tengah belajar mencintai dirimu sendiri
And there's no price to pay, no, no
Dan tak ada harga yang perlu dibayar
When you're givin' what you take
Ketika kau memberi dan apapunyang kau ambil
That's why it's easy to thank you
Itulah mengapa mudah berterimakasih

Let's say you take a break from our day
Katakanlah, kau beristirahat sejenak dari hari kita
And gettin' back to the old garage
Dan kembali ke bengkel tua
Because life's too short anyway
Karena bagaimanapun hidup memang terlalu singkat
But at least it's better then average
Tapi setidaknya hidup ini lebih baik dari rata-rata orang lain
As long as you got me
Selama kau bersamaku
And I got yo, you know we'll got a lot to go around
Dan aku bersamamu, kau tau kita akan mendapat banyak hal untuk berkelana
I'll be your friend, your other brother
Aku akan menjadi temanmu, saudaramu yang lain
Another love to come and comfort you
Cinta lain yang datang dan membuatmu merasa nyaman

And I'll keep reminding
Dan aku akan tetap mengenang
If it's the only thing I ever do
Jika hal itu satu-satunya yang dapat kulakukan
I will always love you
Aku akan selalu mencintaimu

Climb up over the top
Mendakilah hingga puncak
Survey the state of the soul
Surveylah negara jiwa
You've got to find out for yourself whether or not you're truly trying
Kau telah mengenali dirimu sendiri baik kau sungguh-sungguh mencoba ataupun tidak
Why not give it a shot?
Kenapa tidak mencobanya?
Shake it, take control, inevitably wind up
Bebaskan, ambil kendali, mau tak mau kau harus menyelesaikannya
Find out for yourself all the strengths you have inside still rising
Kenali dirimu, semua kekuatan dalam dirimu masih sedang terbit
And find out for yourself all the strengths that you have inside of you
Dan kenali dirimu, semua kekuatan yang ada di dalam dirimu

Senin, 27 November 2017

Juni Ke-20

Kadang aku berpikir ia terlalu memengaruhi diriku dan betapa menyebalkannya hal itu. Tapi di saat seperti sekarang, aku memerlukannya, maka lagi-lagi aku mengikuti cara berpikirnya, maka lagi-lagi aku menentukan sikap setelah mendengarkannya. Hal yang sama yang telah terjadi selama bertahun-tahun kehidupanku.

Jumat, 08 September 2017

Katarsis, Kontemplasi, dan Ahlullah

Pada bulan Syawal tahun lalu, seorang sahabat lama berkunjung ke rumah. Hari mulai petang ketika aku menyadari aku mendengarkan ia sedari tadi. Usai shalat maghrib, ia pamit pulang, tetapi di halaman, sempat ia berkata, "Katarsis. Aku mungkin hanya sedang berkatarsis. Kamu tidak keberatan kan?"


Senin, 16 Januari 2017

Tonight, in My Mind

Saya dulu (dulu itu berarti sebelum kuliah), punya cukup waktu tiap malam untuk sendirian, atau kalau pas adek numpang tidur di kamar saya, dia udah tidur. Biasanya sebelum baca doa tidur, masih sempet mikir-mikir ngapain aja seharian, tadi saya dijahatin siapa aja, njahatin siapa aja, masih sempet dear diary gitu deh. Yah, minimal setahun satu buku agenda yang tebel abis lah...


Jumat, 06 Januari 2017

Kalau Kau Tua

WHEN YOU ARE OLD

by William Butler Yeats (1865-1939)

When you are old and grey and full of sleep, 
And nodding by the fire, take down this book, 
And slowly read, and dream of the soft look 
Your eyes had once, and of their shadows deep; 

How many loved your moments of glad grace, 
And loved your beauty with love false or true, 
But one man loved the pilgrim soul in you, 
And loved the sorrows of your changing face; 

And bending down beside the glowing bars, 
Murmur, a little sadly, how Love fled 
And paced upon the mountains overhead 
And hid his face amid a crowd of stars.


Ada alasan tak bertanggungjawab mengapa saya menyukai puisi, ialah karena tak ada konsekuensi apapun setelah membaca dan menafsirinya. Sebenarnya hal ini tidak hanya berlaku untuk puisi, tapi juga karya sastra lainnya. Apakah seseorang menjadi lebih bijaksana setelah selesai membaca novel?

Bisa jadi.

Bisa juga tidak.

Puisi pun demikian.

Karya sastra tidak lain adalah hasil pemikiran manusia. Maka seperti apa pribadi penulisnya, apa nilai-nilai yang dianutnya, seperti itu pulalah kebanyakan muatan tulisannya. Jika Anda menyukainya, Anda bisa mengambilnya sebagai pelajaran. Jika tidak, Anda hanya perlu menyingkirkannya dari hadapan Anda.

Jikapun ada pelajaran, ada hikmah, ada kebijaksanaan umum yang terkandung di dalam suatu karya sastra, kita masih bisa memilih, untuk sekadar menyimpannya sebagai kata mutiara, atau mengambilnya sebagai pengajaran dalam hidup.

(Hal ini berbeda dengan Al Quran dan Hadits, jangan coba-coba menafsiri sesuka hati, dan jangan coba mengambil hukum atas dasar keduanya secara sepotong-sepotong, tanpa melihat bagian sebelum atau sesudahnya. Pula, dalam hal membaca dan mempelajari keduanya, tidak ada pilihan bagi seorang Muslim yang baik, kecuali berusaha mengamalkannya sebaik mungkin. Inilah maksud saya bilang alasan tak bertanggungjawab dalam menyukai puisi).

Tentang menafsiri puisi sesuka hati. Saya yakin, setiap puisi memiliki satu makna yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Tapi saya sebagai pembacanya, bisa jadi akan menangkap makna tersebut atau bisa juga tidak, malah kadang memikirkan makna yang lain, tergantung latar belakang saya. Karena itu saya memutuskan untuk menafsiri puisi sesuka saya...

Seperti puisi W. B, Yeast di awal tulisan, When You are Old, entah bagaimana, ketika dulu saya pertama kali membacanya, saya merasa bahwa one man loved the pilgrim soul in you/ And loved the sorrows of your changing face adalah orangtua kita. Mungkin saja, itu karena saya sedang kangen rumah ketika itu. Meskipun tidak tepat, tapi tidak ada dosa kan menafsiri puisi sepotong-sepotong tanpa melihat kesudahan ataupun larik sebelumnya?

Dream of the soft look , Your eyes had once, and of their shadows deep,
Bayangkan tatapan lembut yang dahulu milik matamu juga, yang berlekuk begitu dalam

Saat itu saya hanya berpikir, mata saya terlihat seperti mata ayah saya. Jika ada tatatpan lembut yang harus saya kenang, itu adalah tatapan kasih kedua orangtua saya.

Saya pikir, jika nanti saya mencapai masa tua, saya harus tetap mengenang kedua orangtua saya dengan baik, cinta kasih tulus mereka, lelah yang mereka tanggung untuk kita, their shadows deep, dan penerimaan tanpa penolakan akan diri kita apa adanya, yang tidak hanya loved your moments of glad grace.

Jika nanti Tuhan mengizinkan kita mencapai usia tua, dan orang-orang tak lagi mengagumi segala keindahan yang ada pada diri kita di masa muda, Murmur, a little sadly, how Love fled/ And paced upon the mountains overhead/And hid his face amid a crowd of stars.

Mungkin puisi itu ingin menyampaikan, bahwa apa yang ada pada diri kita saat ini, seringkali tidaklah hakiki. Kita mungkin menerima banyak cinta saat ini, entah itu cinta palsu ataupun sejati....


Kalau Kau Tua


kalau kau tua, lusuh, dan pengantuk
terkantuk-kantuk di samping perapian, ambil buku ini
baca pelan-pelan dan khayalkan sebuah tatapan lembut
yang dahulu milik matamu juga, yang berlekuk begitu dalam

berapa banyak yang pernah mengagumi saat-saat ceriamu
dan mencintai kemolekanmu dengan genggam cinta murni atau palsu
namun bagi putih jiwamu hanya seorang yang mencintai
hingga ujung duka derita di wajahmu yang tak muda lagi

sambil membungkuk di samping api membara
gumamkan sedikit sedih, bagaimana cinta pun terbang
dan melayang di atas gunung tinggi jauh di sana
dan menyembunyikan mukanya di antara rimbun bintang