Welcome to My Site! may you find some good in these words
Tampilkan postingan dengan label Inspiration Space. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiration Space. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2019

Bagaimana Tepatnya Aku Melihat?



Sering kali, bahkan setiap kali, seorang Muslim berbicara di depan khalayak, ia membukanya dengan pujian kepada Allah atas segala nikmat-Nya, karunia-Nya, hidayah-Nya… dan aku bertanya-tanya, sesungguh apakah aku merasai nikmat, karunia, hidayah itu? Sesungguh apakah aku menghayati segala kebaikan yang Allah berikan padaku?

Sabtu, 05 Januari 2019

art is a lie... (2)

“We all know that art is not truth. Art is a lie that makes us realize truth, at least the truth that is given us to understand. The artist must know the manner whereby to convince others of the truthfulness of his lies.”
– Pablo Picasso

Di sekolah saya, untuk waktu yang cukup lama, hanya ada satu mata pelajaran seni, yaitu seni rupa. Dan untuk waktu yang lama pula, hanya ada satu guru yang mengampu pelajaran tersebut, ialah beliau Pak Guru yang “bergelar”. 

Awalnya, saya kira merupakan sebuah keberuntungan, tahun ketika saya memasuki SMA, seorang guru seni rupa baru datang. Beliau masih muda, dan jelas, idealisme metode pembelajaran seorang sarjana pendidikan masih melekat pada diri beliau. Beliau mengajar separuh kelas sepuluh (X.5-X.8), salah satunya adalah kelas saya, X.7, maka mimpi buruk pelajaran seni rupa bersama Sang Legenda dapat kami tunda...

Sayangnya, penangguhan waktu terkadang bisa menjadi sesuatu yang lebih buruk.

Dan kenaikan kelas pun datang…. Betapa menakjubkannya rencana Tuhan, beliau Sang Legenda menjadi wali kelas saya!

Tidak banyak yang dapat saya ingat dengan pertemuan-pertemuan awal selain rasa deg-deg-an, tegang, takut salah, setiap senin pagi. Seni rupa adalah mata pelajaran di mana kami belajar teori di kelas, mendapat tugas untuk dikerjakan di rumah, dan pekan selanjutnya, kami harus meletakkan tugas kami di atas meja, lalu beliau berkeliling, bertanya, dan berkomentar. Kadang beliau menghendaki kami mengajukan pertanyaan, semacam sesi konsultasi karya, tapi tidak jarang kami merasa salah ucap dan berakhir pada…yah, begitulah…

Hingga pada suatu senin, setelah menjelaskan teori tentang teknik plakat dan aquarel, balance, serta lighting, beliau mengajak kami keluar kelas dan memilih satu objek untuk kami buat sketsanya. Jika beliau acc, kami bisa melanjutkan dengan mewarnainya di rumah, menjadi lukisan yang sesungguhnya.

Saya memilih sebuah tanaman dalam pot yang pecah sebagai objek. Saya berusaha menerapkan teori yang beliau sampaikan di kelas. Dan pada senin berikutnya, saya datang dengan… 



Saya berdoa, beliau mengabaikan gambar saya dan terus berkeliling. Saya harap beliau akan berhenti di meja lain, tapi begitulah…beliau mengangkat buku gambar saya, menunjukkannya pada seisi kelas dan berkata,”Ini contoh teknik plakat yang saya sampaikan minggu lalu.”

Sungguh saya merasa lega dan berbangga mendapat "pujian" kecil tersebut.

"Hanya dan hanya pot-nya." lanjut beliau, mengakhiri segala kebanggaan saya.

art is a lie... (1)


“We all know that art is not truth. Art is a lie that makes us realize truth, at least the truth that is given us to understand. The artist must know the manner whereby to convince others of the truthfulness of his lies.”
– Pablo Picasso 

(Kita semua tahu bahwa seni bukanlah kebenaran. Seni adalah kebohongan yang menyadarkan kita akan kebenaran, setidaknya kebenaran yang memang dibuat supaya dapat kita mengerti. Seorang seniman harus mengetahui dengan jalan seperti apa ia mengungkapkan kepada orang lain kebenaran dari kebohongannya)



Hampir di semua sekolah, di semua jenjang pendidikan, ada satu—atau dua—guru yang mendapat gelar kehormatan “killer”. Beruntungnya, gelar itu tidak berarti sebagaimana harfiahnya, tapi hanya sebuah kata yang menggambarkan ketegasan—karena tidak sopan menyebutnya galak, atau karena mata pelajaran yang diampunya terlalu sulit sehingga beliau dinilai “guru yang tidak mudah”. 

Coba flashback dan temukan kembali sosok tersebut… 

Tidak ada? 

Mungkin masa sekolah Anda kurang seru, hehe 

Coba ingat-ingat lagi…mungkin beliau adalah wali kelas III saat SD, atau guru mata pelajaran Biologi saat SMP, atau…The Legend and the Only One guru Seni Rupa SMA?

Ketika Bapak saya membuatkan sketsa berbagai objek dengan sangat baik, Ibu saya menggambar rumah yang seperti akan roboh, kerbau yang seperti bebek, dan ayam yang seperti telur. Dari sanalah ibu saya bercerita tentang sulitnya mata pelajaran seni rupa semasa SMA. Beliau bersama kawan sekelasnya harus duduk di depan gerbang sekolah, lalu melukis apa yang mereka lihat di hadapan mereka.

Saat itulah sketsa kerbau pertama ibu saya dibuat, bersama hamparan sawah musim tanam sebagai latarnya, dan….lukisan itu tak pernah selesai, apalagi dinilai. Seorang kawan berbaik hati membantu dalam tugas tersebut,  menyelamatkannya dari Kaidah No. 1 melukis yang sering disampaikan guru seni rupanya, “Tidak ada lukisan yang salah…cuma jelek.”

Belasan tahun kemudian, guru seni rupa ibu saya menjadi guru seni rupa kakak saya, dan empat tahun setelah kakak saya, beliau menjadi guru seni rupa saya juga…What a beautiful life.

Rabu, 03 Oktober 2018


Selasa, 02 Oktober 2018

The Molecule of Life


Indeed, in the creation of the heavens and earth, and the alternation of the night and the day, and the [great] ships which sail through the sea with that which benefits people, and what Allah has sent down from the heavens of rain, giving life thereby to the earth after its lifelessness and dispersing therein every [kind of] moving creature, and [His] directing of the winds and the clouds controlled between the heaven and the earth are signs for a people who use reason. (QS. Al Baqarah: 164)

Senin, 01 Oktober 2018

The Starry Night




And it is He who placed for you the stars that you may be guided by them through the darknesses of the land and sea. We have detailed the signs for a people who know. (QS. Al An'am:97).